Sabtu, 18 Mei 2013

Perkenalan singkat itu

Pertemuan kita yang semakin rutin tak pernah menyadarkan aku akan hadirnya kamu dalam perkumpulan itu. kita berada dalam sebuah perkumpulan yang sama, namun acuhnya aku tak pernah melihat sisi kanan dan kiri ku membuat aku tak mengenal mu. pertemuan itu pun menjadi sebuah rutinitas, namun aku masih tetap belum mengenal mu. Tapi pada akhirnya, ketika kita disibukan dalam kegiatan yang sama, aku dapat mengenal mu walaupun hanya sekilas. Saat itu aku hanya menganggap mu seorang teman biasa sama seperti teman-teman satu organisasi lainnya. Namun hadirnya kamu dalam setiap hari ku, membuat suatu perbedaan antara kamu dan teman-teman lainnya. kamu telah menjadi bagian dalam hari-hari ku. setiap malam sebelum tidur, aku habiskan beberapa menit waktu hanya untuk membaca pesan singkat mu. Selalu ada senyum dan tawa yang selalu terbesit dalam secarik tulisan itu.seiring berjalannya waktu, perasaan ini merasa semakin dalam sehingga aku memilih untuk memendamnya. 
Sebenarnya jatuh cinta memiliki beberapa proses panjang yang harus dilewati, seperti yang orang lain rasakan pada umumnya. namun semua anggapan itu sirna setelah aku mengenal mu. aku selalu berharap semua ini akan berakhir dengan hubungan yang spesial antara aku dan kamu. hari demi hari aku selalu berusaha membuatmu tersenyum karena hadirnya diriku, begitu juga kamu. kehadiran kamu ternyata telah mengubah kekosongan hati ku selama ini karena cinta. aku telah menggantungkan semua harap ku pada mu. aku yakin, kamulah sosok pangeran yang selama ini aku cari. ku berikan semua perhatian ku hanya untuk mu. Namun sayang, semua usaha dan pengorbanan ku selama ini tak pernah kau gubris. raga mu memang selalu ada disamping ku, namun tidak dengan jiwa mu. 
perkenalan singkat dengan mu itu telah menjadi sebuah bencana besar dalam hidup ku. mengapa? pada awalnya kamu hadir saat aku merasakan kekosongan dalam setiap hari ku, kamu selalu membuat ku terbuai akan omong kosong mu itu, dan betapa bodohnya aku telah menempatkan hati ku ini pada jiwa mu yang teramat mahal bagaikan batu berlian yang selalu diburu oleh para penguasa namun aku hanyalah secuil pasir putih yang tak akan pernah bisa menggapainya dan bersanding dengannya.
Pertemuan singkat itu semakin berada pada titik jenuh. setelah kita saling mengenal satu sama lain dan aku telah memantapkan hati ku pada mu dan selalu berharap bisa menjadi seseorang yang spesial yang mampu bersanding dengan mu, kaupun mengucapkan sebuah kata yang selama ini aku tunggu , kata yang telah membuat ku terbuai dalam dunia yang fana ini. ya, kata cinta. kata cinta yang kau ucapkan memang tak seromantis kata cinta yang biasanya seorang pria utarakan pada kekasihnya. namun aku percaya kata cinta itu telah mewakili isi hati mu tentang ku. aku pun semakin berusaha untuk membuat mu selalu tersenyum dalam setiap hari mu, memperhatikan mu, dan berusaha memiliki mu sepenuh hati ku. namun itu semua seakan sirna hanya dalam hitungan hari. kamu berubah. berubah menjadi sosok seorang lelaki cuek yang tak pernah pedulikan kehadiran ku. apakah kamu ingat, beberapa hari lalu setelah perkenalan singkat itu kamu begitu perhatian pada ku, kamu selalu ada untuk ku dalam setiap lingkaran kehidupan ku. tapi apa, hanya dengan hitungan hari kamu mampu menghapus kisah kecil ini dalam pikiran mu. mana janji mu dulu? mana kata cinta yang pernah kau ucapkan? apakah kamu lupa? kamu anggap aku apa selama ini? hanya sebuah robot bodoh yang bisa kau permainkan begitu saja? aku memiliki hati, hati ku tersedia bukan untuk disakiti. jika waktu itu aku tahu betapa kejamnya kamu, mungkin aku takkan pernah membiarkan hatiku terjerumus dalam ruang hitam yang kelam ini, ya,itu hati mu. aku lelah, aku bosan dengan semua ini. namun aku tetap bertahan. bodoh ! itu amat sangat bodoh ! namun aku tak kuasa mengalihkan pola pikir ku. aku sangat mencintainya. seberapa tega prilaku yang telah kamu lakukan pada ku, tak pernah menghapuskan secuilpun rasa cinta ku ini. cinta memang aneh ! 
Tapi akhirnya aku terbangun dalam sadar ku, kau mengajak ku pergi ke suatu tempat yang sebelumnya tak aku kenal. ya, dengan gaya cuek mu itu kamu bilang kita akan lebih baik jika mengakhiri hubungan ini, hubungan yang aku anggap spesial, hubungan yang aku impikan selama ini. Dengan tegas aku berkata "YA". saat itu tak ada kata lagi yang bisa aku ucapkan. mulut ku seakan terkunci. air mata ku pun tak bisa menetes walaupun dalam hati aku menangis.
aku pulang dengan perasaan kecewa yang teramat dalam. namun aku tersadar, bahwa setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan. pertemuan yang singkat itu ternyata telah membuat perpisahan yang singkat pula. kamu bilang, "Tak selamanya perpisahan itu menghadirkan air mata". namun, apakah kamu tahu, disini, dikamar ini aku menangis. aku memang tak bisa menangis saat menatap wajahmu, namun dalam kesendirian ku ini, aku menangis. air mata ku mengalir dengan sendirinya. wajah lusuh ku ini kini penuh dengan air mata, air mata tentang mu. 
Pertemuan singkat itu ternyata tak dapat membuatku lupa dengan mu. pertemuan singkat itu tak sesingkat waktu yang aku butuhkan untuk melupakan mu. sampai saat inipun aku selalu berdoa dan berharap kamu dapat hadir kembali disini, didalam hati ku.
Ternyata pertemuan singkat itu telah membuat ku tersenyum jika mengingat hadirnya dirimu dan akan membuat ku menangis jika aku tersadar jika sebenarnya hadirnya kamu disisi ku itu ternyata hanyalah sebuah mimpi belaka.
Tuhan aku mohon, selalu temani dia dalam setiap langkah yang telah dia gapai agar dia selalu berada dalam sebuah garis lurus kebaikandijalan-Mu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar